Minggu, 23 September 2012

Update Astaga, Ini Indonesia Banget!


5. Kurang keinginan untuk merawat fasilitas publik
 

masalah berikutnya adalah kurangnya keinginan masyarakat indonesia untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat segala hal yang bersifat publik. Baik itu halte, taman hingga jembatan. Ini merupakan hal yang semestinya dapat dengan sendirinya disadari oleh masyarakat indonesia, karena fasilitas publik tidak hanya milik saya dan anda, segala fasilitas publik merupakan milik masyarakat indonesia.

Miris rasanya saya melihat banyak halte-halte transjakarta yang pintu sliding door nya tidak dapat dimanfaatkan dengan baik lagi karena sudah rusak. Halte-halte angkutan umum juga sangat kumuh dan tidak terawat, karena banyak coret-coretan dan poster atau spanduk yang sangat mengurangi estetika yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Bahkan jembatan suramadu yang menghubungkan pulau jawa dan pulau madura, besi-besi nya pun banyak dicuri oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Apabila kejadian seperti ini terus dibiarkan, lama-lama eksistensi dan keamanan konstruksi jembatan suramadu dapat sangat terancam dan bukan hal yang mustahil suatu nanti jembatan tersebut bisa patah ataupun roboh!

Jembatan suramadu merupakan satu dari contoh kurangnya tingkat kepedulian dan rasa memiliki masyarakat bangsa kita ini. Harus selalu diingat, bahwa fasilitas publik merupakan milik kita bersama dan kita bersama pula yang harus bersama-sama memiliki rasa untuk memiliki dan menjaga apa yang sudah kita miliki.



Spoiler for fakta:


6. Korupsi yang merajalela

yang terkahir merupakan kebiasaan buruk untuk korupsi. Menurut kamus online bahasa indonesia, korupsi diartikan sebagai “penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain”. Belakangan ini pula, berita-berita korupsi hampir setiap harinya menghiasi layar kaca televisi. Apakah korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini?

Ditahun 2012, indonesia menjadi negara terkorup ke empat setelah azerbaijan, bangladesh, bolivia dan kamerun. Dan lebih mirisnya, dalam lingkup asia-pasifik, indonesia menjadi negara terkorup di peringkat pertama dibandingkan negara-negara lain di asia pasifik seperti kamboja, vietnam, filipina dan india. (detik..com, 2012). Ini merupakan fakta yang tidak dapat kita pungkiri faktanya.

Saya tidak ingin menyambungkan hal-hal korupsi disini dengan berita-berita atau opini saya seputar pejabat yang melakukan tindakan korupsi besar-besaran dengan uang rakyat, walaupun istilah korupsi selama ini selalu lekat dengan pejabat atau pemerintah. Padahal korupsi itu sendiri, dapat terjadi pada diri saya (yang dimana saya hanya masyarakat biasa dan bukan pejabat). Korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk anda yang membaca artikel ini sekarang. Misalnya, “korupsi waktu”. Seberapa sering anda mangkir kerja? Atau menggunakan waktu kerja anda, untuk hal-hal lain yang tidak ada sangkut paut nya dengan urusan pekerjaan? Atau untuk para mahasiswa dan pelajar, seberapa sering kalian tidak masuk kelas saat kuliah dan menggunakan waktu kuliah anda untuk hal lain?

Sekarang anda tahukan, bahwa korupsi tidak selalu berurusan dengan uang, namun juga waktu. Singkat cerita, saya selalu yakin kisah korupsi di negara indonesia yang kita cintai ini akan segera berakhir, apabila kita sebagai rakyat indonesia secara individu memiliki mental dan moral yang baik terhadap diri kita sendiri terlebih dahulu. Semua kembali kepada individu-individu setiap masyarakat di negara ini. Pendidikan interaktif untuk anti-korupsi juga wajib ditanamkan untuk generasi-generasi penerus bangsa dimulai dari bangku sekolah dasar. Mereka setidaknya mengetahui, seperti apa perbuatan korupsi itu? Seberapa ruginya bangsa ini karena koruptor?



Spoiler for fakta:
kritik tanpa solusi rasanya percuma. Jika saya ditanya “lalu apa solusi untuk negeri ini sih agar lebih maju?” saya akan menjawab, kemajuan sebuah bangsa di mulai dari masyarakatnya itu sendiri. Keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ilmu dan teknologinya saja. Terdapat suatu hal penting lainnya yang juga turut berpartisipasi dalam mempengaruhi keberhasilan dan kemajuan bangsa indonesia ini, yakni integritas moralitas. Saya sangat yakin negara ini dapat dikembangkan secara bertahap melalui partisipasi penduduknya dalam setiap proses. Banyak orang cerdas di indonesia, banyak orang-orang berpendidikan lebih dari cukup di indonesia dan masih banyak hal-hal lain yang dapat dibanggakan di negeri ini. Apa yang salah dengan bangsa ini?

Indonesia punya sumber daya alam dan manusia yang sangat berlimpah, kenapa kita masih sulit bersaing dengan negara-negara asia yang selangkah lebih maju dibandingkan negara kita? Mulailah dari sekarang kita berkaca untuk diri kita sendiri. Sudahkah kita cukup menjadi masyarakat bangsa indonesia yang dapat mengharumkan bangsa ini? Melalui tulisan ini tidak ada salahnya bukan untuk kita belajar dari kelemahan negara ini dan kita bentuk kekurangan ini menjadi sebuah kekuatan. Pradigma “competitive advantage” untuk sebuah negara saya rasa harus betul-betul dipahami bagi masyarakat indonesia, khususnya generasi di usia saya sekarang. Yang dimana, sebuah bangsa akan berkembang jika mengeathui “apa kekuatan bangsa tersebut dan menguatkan kekuatan yang ada”. Ayo kita bersama-sama terus menjadi masyarakat indonesia yang berprestasi dan jangan berhenti berharap untuk bercita-cita melihat kehidupan yang lebih baik di tanah airku indonesia ini.



sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15288381

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar