Kamis, 13 September 2012

Pembuat film anti-Islam senang karyanya diprotes



Film The Innocence of Muslims karya Sam Bacile menuai protes di berbagai negara di Timur Tengah. Film itu dituding menghina Nabi Muhammad karena digambarkan sebagai penipu dan tukang merayu.

Akibat film itu, kantor Konsulat Amerika Serikat di Kota Benghazi, Libya, menjadi target serangan milisi bersenjata Selasa lalu. Empat warga Amerika tewas, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya John Christopher Stevens.

Bacile yang ketakutan saat bersembunyi di lokasi dirahasiakan. Saat dihubungi melalui telepon, dia membenarkan film itu dibuat untuk menantang Islam. Dia menjelaskan The Innocence of Muslims sebagai provokasi buat menyalahkan agama. "Ini film politik. Amerika telah kehilangan banyak uang dan warganya dalam perang Irak dan Afganistan. Padahal kita berperang terhadap pemikiran," ucap Bacile seperti dilansir stasiun televisi FoxNews, Kamis (13/9).



Pembuat film anti-Islam senang karyanya diprotes


Warga Amerika keturunan Yahudi ini percaya film bikinannya dapat membantu mencegah tanah leluhurnya israel rusak dari kejahatan Islam. "Islam adalah kanker, titik," ujarnya berkali-kali.

Meski telah meminta maaf karena ada korban akibat filmnya, Bacile menyalahkan sistem keamanan di Konsulat Amerika di Benghazi.

Pembuatan film berdurasi dua jam itu menghabiskan Rp 5 milliar. Bacile juga mendapat bantuan lebih dari seratus donatur keturunan Yahudi untuk membiayai produksi filmnya.

Cuplikan film itu sudah diunggah ke situs berbagi video Youtube setalah disulih ke bahasa Arab. Bacile yang fasih berbahasa Arab mengatakan terjemahan film itu sangat akurat. Film itu dibuat selama tiga bulan saat musim panas tahun lalu dan melibatkan 59 aktor dan 45 orang di belakang layar. "Film ini pernah ditampilkan sekali di sebuah bioskop di Hollywood awal tahun ini," ujarnya.

[fas]

sumber :http://www.merdeka.com/dunia/pembuat-film-anti-islam-senang-karyanya-diprotes.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar