Senin, 10 September 2012

Diduga Gunakan Dana APBD untuk Kepentingan Pribadi, Bupati Pekalongan Dilaporkan ke KPK

JAKARTA, RIMANEWS-Front Rakyat Anti Korupsi (Fraksi) melaporkan Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, Amat Antono, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/9). Amat dituding menggunakan uang APBD tahun 2011 sebesar Rp105 miliar untuk kepentingan pribadi.

Ketika ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/9), juru bicara Fraksi Ahmad Boim menyatakan Amat Antono dilaporkan karena diduga telah menggunakan uang senilai Rp105 miliar dari dana APBD itu untuk kepentingan pribadi dan didepositokan ke dalam bank.

"Amat Antono tidak mengunakan dana itu sebagaimana mestinya. Tapi mendepositokan ke bank dan mengambil bunganya setiap bulan," ujar Ahmad Boim.

Lebih lanjut Ahmad Boim menjelaskan untuk memuluskan tindak penyelewengannya tersebut, Amat Antono diduga menyuap anggota DPRD Pekalongan dalam rapat pertanggungjawaban APBD 2011 oleh Bupati Pekalongan. Padahal, tambah Ahmad Boim, rapat pertanggung jawaban itu juga tidak memenui syarat kuorum.

"Setiap anggota DPRD Pekalongan diduga disuap. Anggota yang tidak hadir juga diberi uang. Rapat tidak memenuhi kuorum," terang Ahmad Boim.

Ahmad juga mencatat dugaan korupsi lain yang dilakukan oleh Amat Antono selama menjabat Bupati Pekalongan. Menurut Ahmad Boim, Amat Antono juga diduga telah mengadakan proyek fiktif dalam pemeliharaan 113 ruas jalan.

"Setiap bulan juga di Dinas Pariwisata ada mutasi, dan setiap mutasi itu dilakukan pungutan liar," terang pria yang mengaku pernah melaporkan Amat Antono dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan di Pekalongan 2005.

Lebih lanjut, Ahmad Boim mendesak KPK segera menindaklanjuti dugaan korupsi Bupati Pekalongan tersebut. Dia mengklaim mengantongi banyak data korupsi yang telah terjadi di Pekalongan. "Masih banyak data korupsi yang ingin kita berikan ke KPK. Sumber data kita rahasiakan," tutupnya.[ach/MI]



Sumber :http://www.rimanews.com/read/20120910/74948/diduga-gunakan-dana-apbd-untuk-kepentingan-pribadi-bupati-pekalongan-dilaporkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar