Rabu, 05 September 2012

AWAS..20 Gunung berstatus waspada dan siaga


Aktivitas beberapa gunung berapi di Indonesia akhir-akhir ini meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada 20 gunung yang saat ini dalam pengawasan.

Dari 20 gunung itu, 5 berstatus siaga dan 15 berstatus waspada. Lima gunung yang berstatus siaga adalah Gunung Karangetang (Sulawesi Utara), Gunung Lokon (Sulawesi Utara), Gunung Ijen (Jawa Timur), Gunung Soputan (Sulawesi Utara) dan Gunung Gamkonora (Maluku Utara).


Sedangkan 15 gunung yang berstatus waspada adalah, Gunung Seulawah (Aceh), Gunung Sinabung (Karo, Sumatera Utara), Gunung Talang (Solok, Sumatera Barat), Gunung Kaba (Bengkulu), Gunung Kerinci (Jambi), Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gunung Papandayan (Garut, Jawa Barat), Gunung Bromo (Jawa Timur), Gunung Semeru (Lumajang, Jawa Timur), Gunung Batur (Bali), Gunung Rinjani (Lombok, Nusa Tenggara Barat), Gunung Sangeang Api (Bima, Nusa Tenggara Barat), Gunung Rokatenda (Flores, Nusa Tenggara Timur), Gunung Egon (Sikka, Nusa Tenggara Timur) dan Gunung Tangkuban Parahu (Jawa Barat).


Mitosnya, meningkatnya aktivitas gunung berapi belakang ini sering dikaitkan dengan hal-hal di luar nalar. Tidak sedikit orang mengaitkan dengan akan ada pergantian pemimpin. Benarkah mitos tersebut?

Menurut Kepala PVMBG Surono, peningkatan aktivitas beberapa gunung api tidak ada kaitannya dengan apapun. Menurut dia, meningkatnya aktivitas gunung berapi hanya proses alamiah.


"Tidak ada kaitannya dengan pergantian pemimpin. Memang, aktivitas gunung tidak bisa diprediksi. Tugas kami akan memantau perkembangan," kata Surono atau biasa dipanggil dengan Mbah Rono kepada merdeka.com.


"Indonesia memang negara paling banyak mempunyai gunung berapi. Ada 127 gunung berapi," ujar Mbah Rono.


Dia mencontohkan, akhir-akhir ini yang menjadi perhatian adalah Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas kedua gunung tersebut terus disorot media, jadi akhirnya seolah-olah ada yang aneh dengan aktivitas gunung tersebut.


"Ini hanya aktivitas gunung secara alamiah saja. Sekali lagi tidak ada kaitannya dengan yang lain. Dengan banyaknya pemberitaan, masyarakat akan teredukasi dengan aktivitas gunung," kata dia.


Ada beberapa tingkat dalam memahami aktivitas gunung. "Normal, waspada, siaga dan awas," ujar Mbah Rono.



sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16287959

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar