Rabu, 19 September 2012

8 Fakta Menarik Soal Krisis Eropa



img Foto: Reuters
Jakarta - Krisis Eropa merupakan sebuah kisah dongeng yang kompleks antara politik dan ekonomi. Nasib jutaan tenaga kerja, tabungan, bahkan demokrasi beberapa negara Eropa tergantung pada apa yang akan terjadi beberapa bulan atau tahun mendatang selama krisis Eropa masih berlangsung.

Bagi Anda yang masih belum paham betul tentang seluk beluk krisis Eropa, berikut ini ada 8 fakta yang bisa dipelajari, seperti dilansir dari Business Insider.



1. Irlandia biang keroknya

img Foto: Reuters
Krisis Eropa sudah berlangsung selama beberapa tahun sekarang dan jumlah negara yang terlilit masalah utang parah terus meningkat. Bertentangan dengan opini populer, negara pertama yang terperosok ke dalam krisis bukanlah Yunani, melainkan Irlandia.

Sepanjang 1990an dan 2000an, Irlandia memiliki ekonomi yang maju tapi sebenarnya bersandar pada utang pribadi di tingkat luar biasa tinggi dan pasar perumahan over-inflasi. Jadi saat krisis finansial global melanda, Irlandia salah satu negara yang paling merasakan dampaknya.

Harga perumahan anjlok dan bank-bank berhenti memberi pinjaman. Irlandia dengan cepat jatuh ke dalam resesi dan pemerintah tiba-tiba butuh banyak pinjaman uang supaya bisa tetap berjalan. Kemudian pemerintah Irlandia memangkas anggaran belanja di sektor publik, tapi tetap tidak bisa membayar utangnya.

Akibatnya, Inggris dan negara-negara anggota Uni Eropa yang lebih makmur membeli surat utang pemerintah Irlandia demi membantu Pulau Zamrud yang sedang bermasalah ini.


2. Lembaga pemeringkat punya kuasa

img Foto: Reuters
Pemerintah di seluruh dunia menerbitkan triliunan dolar surat utang setiap tahunnya. Surat utang ini dibeli oleh investor pribadi, institusi-institusi finansial dan dana pensiun. Tapi bagaimana Anda tahu utang suatu pemerintahan itu baik atau buruk?

Inilah tugas lembaga pemeringkat seperti Moody's dan Standard & Poor. Mereka menilai utang pemerintah demi keamanannya, lalu memberikan peringkat dengan �AAA� sebagai yang paling aman dan �BBB� sebagai yang paling lemah.

Banyak yang mengritik lembaga pemeringkat karena terlalu kejam menilai negara-negara Uni Eropa. Contohnya, negara berekonomi kuat seperti Perancis baru-baru ini kehilangan peringkat AAA-nya.


3. Krisis bisa menyebar ke Inggris

img Foto: Reuters
Hingga tulisan ini dibuat, Inggris masih jadi surga yang aman untuk investor internasional, tapi mungkin tidak bertahan lama. Pada tahun 2011, pemerintah Inggris meminjam lebih banyak daripada Yunani dan ekonominya masih melambat. Sementara itu, rekening negara Uni Eropa sebagian besar untuk perdagangan luar negeri Inggris dan banyak bank Inggris memegang milyaran surat utang pemerintah dari negara-negara Uni Eropa. Hasilnya? Inggris terancam tertular krisis Eropa.



4. Masalah Yunani lebih besar dari Uni Eropa digabungkan

img Foto: Reuters
Hampir semua ekonom punya cerita gila masing-masing tentang ekonomi Yunani (contohnya, hanya beberapa orang yang terdaftar sebagai miliarder untuk tujuan pajak di Yunani tapi ada 250.000 kolam renang pribadi). Menghindari pajak dan korupsi di sektor publik merupakan penyakit endemis di Yunani.

Pemerintah Yunani merasa, sebuah hal yang mustahil untuk mengumpulkan pajak yang dibutuhkan negara untuk menutupi anggaran belanja publik. Keanggotaan di Uni Eropa mencegah Yunani menurunkan nilai tukar mata uangnya demi membuat ekspor lebih murah dan meningkatkan pariwisata.


5. Kemungkinannya hedge fund akan melukai ekonomi lebih parah

img Foto: Reuters
Krisis Eropa telah menimbulkan kepanikan di pasar saham global. Disebut-sebut, sebagian penyebab kepanikan ini adalah hedge fund. Kendaraan investasi ini menggunakan kesepakatan yang luar biasa kompleks dan jumlah perdagangan yang sangat besar dalam sekejap, semuanya dengan ide besar memproduksi imbal hasil substansial untuk penyokongnya.

Hedge fund memperdagangkan saham dan valas dalam jumlah demikian besar hingga jual beli konstan mereka bisa menciptakan kepanikan di pasar global yang tidak pasti. Presiden Prancis, Nicholas Sarkozy telah mengutuk industri hedge fund sebagai ancaman untuk Uni Eropa dan ekonomi global.


6. Jerman adalah pemain kunci di Uni Eropa

img Foto: Reuters
Sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di Eropa serta keuangan pemerintah yang sehat, Jerman adalah powerhouse Uni Eropa. Tidak heran, anggota Uni Eropa lainnya selalu mencari Jerman untuk minta tolong. Bagaimana pun inginnya mempertahankan kelanjutan Uni Eropa, rakyat Jerman tidak ingin menghabiskan uang yang capek-capek didapat dari usahanya sendiri untuk memberi dana bailout negara terlemah di Uni Eropa.


7. Utang di AS dan Inggris lebih tinggi daripada di Uni Eropa

img Foto: Reuters
Dikarenakan orang-orang AS dan Inggris ketagihan menggunakan kartu kredit dan pinjaman untuk membeli properti, sebenarnya tingkat utang pribadi lebih tinggi di kedua negeri ini dibandingkan di Uni Eropa. Orang-orang Perancis, Italia dan Yunani rata-rata tidak punya utang sebanyak orang Inggris dan AS. Ini telah membuat beberapa pengamat berpendapat bahwa lembaga pemeringkat salah memberi Perancis peringkat utang yang lebih rendah dibanding Inggris.


8. Krisis finansial global jadi cikal bakal masalah Uni Eropa sekarang

img Foto: Reuters
Perkiraan biaya akhir untuk krisis finansial global 2007 dan 2008 adalah US$ 3 triliun. Jumlah yang luar biasa besar dan sebagian besar didanai oleh pinjaman dari pemerintah di seluruh penjuru dunia untuk menyuntikkan uang ke bank-banknya yang nyaris kolaps. Di waktu bersamaan, ekonomi di seluruh dunia jatuh ke dalam resesi dan pendapatan dari pajak ikut kolaps. Lubang hitam finansial raksasa tercipta dan masih belum tertutup sampai sekarang, malah bisa-bisa makin parah.










sumber :http://finance.detik.com/read/2012/09/20/081034/2027061/4/2/8-fakta-menarik-soal-krisis-eropa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar