Selasa, 07 Agustus 2012

Salut! Ini Orang-orang yang Berani Membongkar Skandal Besar Dunia




Skandal kasus-kasus kakap sulit diusut aparat bila tak ada informasi dari orang dalam. Namun tak semua orang mau menjadi informan. Butuh keberanian besar untuk melakukan itu.

Situs Toptenz, Selasa (7/8/2012), merangkum 9 orang whistleblower yang berani membongkar skandal besar di lingkungan mereka. Tak sedikit dari mereka yang mendapat perlawanan, bahkan juga harus ikut masuk penjara.

Berikut 9 orang pemberani itu:






Cheryl Eckard

Charly Eckard adalah seorang manajer kualitas produk di sebuah perusahaan farmasi bernama GlaxoSmithKline. Pada tahun 2003, dia memperingatkan atasannya bahwa standar produksi obat di pabrik mereka di Puerto Rico sudah tak layak lagi. Banyak obat yang tercemar.

Namun peringatan itu tak digubris. Malah, dia dipecat gara-gara kepeduliannya itu. Hingga akhirnya, Eckard melaporkan aksi korporasinya ke pejabat berwenang dan penegak hukum.

Setelah melalui perjuangan panjang di pengadilan, GlaxoSmithKline akhirnya kalah. Perusahaan farmasi itu dikenai denda sebanyak US$ 750 juta dan harus membereskan masalah di pabriknya. Sementara Eckard mendapat bagian US$ 96 juta karena kerugiannya.



Marc Hodler

Marc Hodler mengungkap skandal besar dalam pagelaran Olimpiade musim dingin tahun 2002 di Salt Lake City, Amerika Serikat. Dia membongkar praktik suap dari pejabat kota itu ke Komite Olimpiade Internasional guna mendapat suara saat pemilihan tuan rumah.

Hodler adalah salah seorang anggota Komite. Bekas pelatih Ski asal Swiss itu mengungkap adanya pemberian uang, biaya perjalanan, pekerjaaan bahkan operasi pelastikan kepada anggota komite dari pejabat kota Salt Lake. Tidak bisa dipastikan berapa jumlahnya, namun Salt Lake City mengeluarkan kelebihan biaya sekitar US4 400 juta untuk biaya olimpiade.

Berkat aksi Hodler, beberapa anggota Komite dikenai sanksi. Beberapa aturan soal pemilihan tuan rumah olimpiade pun diubah.



Mark Whitacre

Tahun 1992, Mark Whitacre adalah seorang yang sukses. Dia kaya, bahagia dalam pernikahannya, dan menjadi bintang di perusahaannya. Namun semua berubah saat dia terlibat dalam kejahatan korporat terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Whitacre mengatur skema harga sebuah produk industri makanan bersama perusahaan-perusahaan lainnya. Aksi ini jelas merugikan, terutama para petani.

Namun lewat dorongan sang istri, Whitacre akhirnya mau mengakui perbuatannya di depan FBI dan mengadukan bos-bos perusahaan agribisnis lainnya. Dia bahkan menjadi mata-mata FBI dengan merekam semua rapat-rapat rahasia perusahaan itu. Bukti-bukti yang diperolehnya banyak bermanfaat bagi penegak hukum.

Sayang, dia juga harus mendekam di penjara karena perbuatannya di masa lalu. Kisah Whitacre sudah difilmkan oleh Matt Damon dengan judul The Informant.



Coleen Rowley

Sebelum tragedi 11 September di Amerika Serikat, seorang agen FBI bernama Coleen Rowley sudah mencium adanya aksi terorisme di pesawat dari Minneapolis oleh seorang bernama Zacarias Moussaoui. Namun saat hendak memeriksanya, Rowley tak mendapat izin dari atasan.

Akhirnya, insiden yang menewaskan ratusan jiwa di World Trade Center itu pun tak terhindarkan. Padahal menurut Rowley, dia bisa mencegahnya bila diberi izin memeriksa Moussaoui.

Akibat aksi berani Rowley, kini FBI membuat skema baru dalam mencegah aksi terorisme. Dia kini sudah pensiun dan menjadi "Men of the Year" tahun 2002.



Peter Buxtun

Peter Buxtun adalah seorang pegawai Departemen Kesehatan Amerika Serikat yang membongkar praktik kelam dunia medis di negeri itu. Dia berani membeberkan upaya atasannya yang mencari obat penyakit kelamin siphilis, namun dengan cara yang tidak etis.

Tim mencari sekelompok orang keturunan Afrika-Amerika yang menderita penyakit itu, lalu dibiarkan tanpa pengobatan. Praktik ini dilakukan bertahun-tahun. Total korbannya mencapai 399 orang.

Meski akhirnya ditemukan metoda penyembuhan dengan cara ini, namun tetap saja sisi kemanusiaan diabaikan oleh para peneliti itu. Hinga akhirnya Buxtun sebagai salah satu anggota tim melaporkan kejadian ini ke salah satu koran di tahun 1966. Studi itu belakangan dihentikan dan para korban diberi pengobatan maksimal seumur hidup mereka.



Karen Silkwood

Karen Silkwood adalah seorang pekerja di Kerr-McGee, perusahaan pusat pembangkit nuklir di Oklahoma, Amerika Serikat. Dia adalah salah satu pegawai yang peduli dengan nasib kesehatan di lokasi tersebut.

Suatu hari dia menemukan pelanggaran besar terkait kesehatan dan keselamatan pekerja di Kerr-McGee. Dia pun berinisiatif melaporkannya ke Komisi Energi dan Atom. Namun laporan itu malah berbuah petaka.

Silkwood dilaporkan terkontaminasi plutonium, zat berbahaya akibat nuklir. Ternyata zat itu banyak ditemukan di rumahnya. Silkwood menduga, zat itu sengaja disebar oleh perusahaannya.

Karena kecewa, dia lalu berniat membeberkan masalah ini ke seorang wartawan New York Times. Namun di perjalanan, wanita muda itu tewas dalam kecelakaan. Spekulasi berhembus, aksi ini dilakukan oleh perusahaan Ker-McGee. Namun selalu dibantah.



Bradley Manning

Bradley Manning hanya seorang staf analis intelijen Angkatan Darat Amerika Serikat. Namun aksinya cukup menghebohkan dunia.

Bersama Julian Assange dengan Wikileaks, dia membocorkan banyak data rahasia tentara AS. Selama bertugas di Irak, Manning meretas ratusan dokumen menarik soal perang Irak dan Afghanistan. Kabel-kabel diplomatik AS juga dia bocorkan.

Lewat bantuan Assange, informasi-informasi rahasia itu akhirnya menyebar ke sejumlah media dunia. Aksi Manning bakal diingat sebagai seorang whistleblower yang pernah menghebohkan dunia.

(mad/asy)



W Mark Felt

Ini adalah si whistleblower yang paling terkenal sepanjang masa. W Mark Felt atau lebih dikenal dengan sebutan Deep Throat adalah pembocor rahasia kejahatan presiden AS Robert Nixon selama bertahun-tahun.

Nixon pernah diduga terlibat dalam berbabagi operasi ilegal dan kekerasan. Felt mengungkap semuanya lewat bantuan media, the Washington Post. Peristiwa ini dikenal dengan skandal Watergate.

Gara-gara aksi Felt, presiden Nixon terpaksa turun dari jabatannya. Sejak saat itu, publik Amerika tidak sepenuhnya percaya pada institusi kepresidenan.



sumber :http://news.detik.com/read/2012/08/08/102051/1985990/1148/salut-ini-orang-orang-yang-berani-membongkar-skandal-besar-dunia?991101mainnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar