Jumat, 17 Agustus 2012

Macet gila di Pantura, andai ada polisi Hoegeng




Macet gila di Pantura, andai ada polisi Hoegeng

Jalur mudik pantura pagi ini mengalami kemacetan sangat parah. Sudah 20 jam kendaraan tak bergerak karena terjebak kemacetan di Ciasem. Gila! 20 jam. Sama sekali tidak terbayangkan.

Anehnya sulit menemukan keberadaan polisi di tengah kemacetan sangat parah seperti ini. Yang ada helikopter polisi yang tampak berputar-putar di udara pagi ini. Helikopter, tentu saja tidak bakal bisa menguraikan kemacetan yang sangat akut ini.

Coba, coba saja ada polisi seperti Hoegeng lewat jalur pantura. Mungkin anak buahnya akan turun tangan habis-habisan mengurai kemacetan.

Meskipun jabatannya adalah kepala kepolisian RI (Kapolri), Hoegeng tak segan turun ke jalan membantu mengurai kemacetan. Dia tak segan mengatur lalu lintas meski bintang empat tersandang di pundaknya.

Dahulu, semasa menjabat, Hoegeng selalu tiba di Mabes Polri sebelum pukul 07.00 WIB. Sebelum sampai di kantor, dia memilih rute yang berbeda dan berputar dahulu dari rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat. Maksudnya untuk memantau situasi lalu lintas dan kesiapsiagaan aparat kepolisian di jalan.


http://1.bp.blogspot.com/_R1sSGkoJxDA/TIJEsM2oGwI/AAAAAAAAAY8/b-8jmMpk1xM/s1600/pantura+macet.jpg



Jika terjadi kemacetan di sebuah perempatan yang sibuk, dengan baju dinas Kapolri, Hoegeng akan menjalankan tugas seorang polantas di jalan raya. Itu dilakukan Hoegeng dengan ikhlas seraya memberi contoh kepada anggota polisi yang lain tentang motivasi dan kecintaan pada profesi.

Saat suasana ramai, seperti malam tahun baru, Natal atau Lebaran, Hoegeng juga selalu terjun langsung mengecek kesiapan aparat di lapangan. Dia memastikan kehadiran para petugas polisi adalah untuk memberi rasa aman, bukan menimbulkan rasa takut. Polisi jangan sampai jadi momok untuk masyarakat.

"Hanya penjahat saya yang boleh takut pada polisi," tegas Hoegeng soal fungsi pengayoman polisi dikutip dari biografi Hoegeng, polisi idaman dan kenyataan, karya Ramadhan KH.

Hoegeng juga tidak menempatkan pos jaga di depan rumahnya. Dia ingin tidak ada jarak antara dirinya dan masyarakat. Rumah itulah yang selalu jadi 'Mabes Polri 24 Jam'. Artinya Hoegeng siap melaksanakan tugas selama 24 jam.

Di rumah itu pula Hoegeng memiliki stasiun radio amatir. Setiap malam dia menghubungi para Kapolda untuk menanyakan berbagai kasus. Ah, andai saja setiap macet parah seperti ini, semua polisi seperti Hoegeng.



sumber :http://www.merdeka.com/peristiwa/macet-gila-di-pantura-andai-ada-polisi-hoegeng.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar